Humas DPRK: Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang gelar rapat dengar pendapat terkait dengan penanggulangan dan pencegahan corona virus disease (Covid-19) di Ruang Sidang Utama DPRK Aceh Tamiang, Selasa (07/042020).

Rapat dengar pendapat dipimpin oleh Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto,ST, hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang, H.T.Insyafuddin,ST, FORKOPIMDA dan Tim Gugus tugas penanganan dan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam sambutannya Ketua DPRK Aceh Tamiang mengucapkan "terima kasih kepada gugus tugas penanggulangan dan pencegahan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang dan TNI/POLRI yang telah bekerja siang dan malam, walau dengan keterbatasan APD yang dimiliki, tim tetap bekerja secara maksimal,"ucapnya.

Dalam pertemuan tersebut Anggota DPRK Aceh Tamiang memberi beberapa masukan dan saran kepada Tim Gugus Tugas penanganan dan penanggulangan Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang, diantaranya:

Ket.foto: Kapolres AcehTamiang, AKBP.Zulhir Destrian,(kiri bawah) Kasdim 0117/ATAM, Mayor.inf.A.Yani,(kiri atas) memberikan saran dan masukan pada acara Rapat dengar pendapat terkait penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Ruang Sidang Utama DPRK Aceh Tamiang, Selasa (07/04/2020).

 

1. Sejauh mana langkah-langkah yang sudah dilaksanakan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Aceh Tamiang.

2. Perlu adanya koordinasi antara pihak-pihak terkait dalam penanganan dan penanggulangan Covid-19.

3. Agar kita lebih fokus kepada tindakan pencegahan.

4. Perlu pengadaan alat-alat kesehatan sebagai pelindung diri didaerah perkotaan sampai kepedesaan, dalam hal ini gugus tugas harus mampu membelinya dan untuk pendistribusiannya diserahkan kepada perangkat Kampung.

5. Segera membuat posko diperbatasan.

6. Perlunya sosialisasi pencegahan, penanganan dan penanggulangan Covid-19 sampai ke Daerah-Daerah Pedesaan.

7. Sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Perlunya pengadaan masker untuk Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang.

8. Untuk pengadaan/pembelian APD agar dibuat aturan standart harga resmi,agar pengguna anggaran tidak was-was dan tidak takut menyalahi aturan dalam melaksanakan pembelian pengadaan APD yang sekarang harganya melambung tinggi.

9. Melakukan koordinasi antara Gugus kerja dengan DPRK Aceh Tamiang terhadap penggunaan anggaran pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

10. Pada prinsipnya DPRK Aceh Tamiang mendukung sepenuhnya upaya-upaya yang dilakukan Gugus tugas penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang.

Itulah beberapa saran dan masukan dari Pimpinan dan Anggota DPRK Aceh Tamiang terkait penanganan, pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Aceh Tamiang.

Selain itu Anggota Komisi II DPRK Aceh Tamiang, T.Irsadul Afkar menanyakan "Sejauh mana penggunaan anggaran biaya tidak terduga (BTT) sebesar 3 Miliar yang diperuntukan untuk  memenuhi ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, begitu juga dengan ruangan isolasi bagi pasien, apakah sudah dipersiapkan,"ucapnya.

Begitu juga dengan bantuan sembako bagi masyarakat, apakah Pemerintah Daerah sudah membagikannya, kalau memang sudah, Dewan meminta kepada Eksekutif untuk memberikan nama-nama penerimanya," pintanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut Wakil Bupati Aceh Tamiang, H.T.Insyafuddin,ST menjelaskan "Pihaknya nanti akan melaporkan secara keseluruhan terkait penggunaan anggaran itu secara tertulis dan mengenai pembagian sembako kepada masyarakat, Pemerintah Daerah belum memberikannya karena sampai saat ini bantuan yang diterima baru dari Perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang,"Jawabnya.(Red-Humas).