Humas DPRK: Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang bersama Ketua DPRK dan Dandim 0117/ATAM Tinjau Penyemprotan Disinfektan untuk pencegahan Coronavirus disease (COVID-19) di RSUD Aceh Tamiang, Pasar pagi Kuala Simpang dan beberapa titik di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis,(26/03/2020). 

 

           

Ket.foto: Ketua DPRK Aceh Tamiang bersama Dandim 0117/Atam saat meninjau RSUD Kabupaten Aceh Tamiang dan pasar pagi Kuala Simpang, Kamis, (26/03/2020)  

 

 

Dalam peninjauan ke RSUD Kabupaten Aceh Tamiang Ketua DPRK, Suprianto,ST mengatakan: “Rumah Sakit harus meningkatkan pelayanan secara optimal, maksimalkan peralatan medis yang tersedia dan tenaga medis yang ada, selain itu pihak Rumah Sakit harus secepatnya menyampaikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan yang terjadi tentang Coronavirus disease (COVID-19) di Kabupaten Aceh Tamiang,baik itu yang terindikasi Orang Dalam Pantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP)”ucapnya.

Sementara itu Dandim 0117/ATAM, Letkol Inf Deki Rayusyah Putra mengingatkan “dengan masih banyaknya kerumunan warga di ruang publik, Pemkab Aceh Tamiang harus membuat kebijakan dan lebih tegas dalam menyikapi ancaman Coronavirus disease/ Covid-19,”harapnya.

“Kondisi hari ini cukup mengkhawatirkan,namun faktanya jalanan dan warung-warung kopi masih ramai, masyarakat harus lebih peduli dan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman corona, wabah ini sudah sangat mengkhawatirkan dan sudah selayaknya Pemkab Aceh Tamiang menerapkan aturan lebih tegas lagi agar potensi penularan Covid-19 bisa diminimalisir,”terangnya.

Selanjutnya Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon,SH “menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berlebihan dalam menyikapi informasi yang berkembang tentang corona virus, jangan mudah percaya dengan berita yang beredar di media sosial,cek dulu kebenarannya kepada pihak yang berwenang,supaya jangan timbul kepanikan di masyarakat, selain itu Pemerintah Daerah harus membentuk Tim terpadu pencegahan dan penanganan Covid-19 dengan melibatkan Forkopimda dan Instansi terkait, membentuk tim pengendali harga kebutuhan pokok dan melakukan Inspeksi ke pasar-pasar dengan melibatkan Koperindag dan Dinas teknis lainnya,”Jelasnya. (Red-Humas).