Humas - DPRK, Fraksi-fraksi di DPRK Aceh Tamiang menyampaikan Pemandangan Umum Fraks-Fraksi terhadap KUA dan PPAS APBK Aceh Tamiang  Tahun Anggaran 2020 pada rapat paripurna ke – 2, di ruang sidang utama DPRK Aceh Tamiang, Rabu (17/7). Pemandangan Fraksi-fraksi ini merupakan jawaban atas pidato Bupati yang dibacakan Wakil Bupati H.T.Insyafuddin,ST  pada rapat paripurna ke - 1 (pembukaan) yang berlangsung pada Selasa (16/7).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRK Fadlon, SH didampingi Juanda.S.IP, Nora Idah Nita Wakil Ketua DPRK serta dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Basyaruddin,SH dan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua DPRK Fadlon, SH dalam pimpin rapat paripurna mengatakan sesuai dengan agenda rapat paripurna maka fraksi-fraksi DPRK Aceh Tamiang menyampaian Pemandangan Umum terhadap Pidato Pengantar KUA dan PPAS APBK Aceh Tamiang Tahun Anggaran 2020.

“Penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRK Aceh Tamiang selanjutnya diserahkan kepada Bupati untuk dijawab dalam paripurna ke-3, pada hari Kamis (18/7).” terang Fadlon, SH.

 

Tgk.Irsyadul Afkar.S.Sos.I juru bicara Fraksi Tamiang Sekate menyampaikan pandangan fraksi terhadap KUA-PPAS APBK T.A.2020. (Sumber: Humas-Sekrt.DPRK A.Tamiang)

  

Dalam kesempatan pertama, fraksi Partai Aceh melalui Miswanto, SH juru bicara fraksi Partai Aceh menyampaikan terkait dengan pidato Bupati Aceh Tamiang pada rapat paripurna ke-1 (pembukaan) dalam penyampaian rancangan KUA dan PPAS APBK Aceh Tamiang Tahun Anggaran 2020 tentang program prioritas dibidang penyediaan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi berbasisi potensi unggulan daerah serta tinggi angka pengganguran, pada prinsipnya fraksi Partai Aceh sependapat apa yang disampaikan Bupati, kami berharap untuk lebih meningkatkan kinerjanya agar apa yang disampaikan dapat benar terwujud, fraksi Partai Aceh juga menyinggung permasalahan minimnya tempat usaha baru seperti pedagang kaki lima yang tergusur, serta diharapkan perhatian pemerintah daerah  terhadap kampong yang tertinggal belum adanya pemerataan pembangunan, dan terakhir besar harapan fraksi Partai Aceh mengajak serta mengawal APBK Tahun Anggaran 2020 dengan penuh kesadaran dan rasa tanggungjawab.

Fraksi Merah Putih melalui juru bicara Erawati IS, SH dalam penyampaian pemandangan umum fraksi mengatakan terhadap Peraturan Bupati Aceh Tamiang Nomor 8 Tahun 2012 tentang penyaluran hibah dan bantuan social agar dapat direvisi dan disesuaikan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2018, sehingga bantuan social dan hibah dapat disalurkan kepada masyarakat miskin, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang perlu meningkatkan usaha-usaha dalam kaitannya dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah khusus bidang pajak daerah dan retribusi daerah, fraksi Merah Putih juga menyampaikan saran agar program dan kegiatan yang akan dilaksanakan merupakan hasil Musrenbang RKPD Tahun 2019 untuk perencanaan RKPD Tahun 2020 serta arah kebijakan belanja daerah difokuskan untuk mengatasi masalah mendasar yang menjadi isu-isu strategis daerah pada Tahun 2020.

Kesempatan terakhir melalui Fraksi Tamiang Sekate melalui juru bicara Tgk.Irsyadul Afkar.S.Sos.I menyampaikan agar dalam KUA dan PPAS APBK Aceh Tamiang Tahun Anggaran 2020 memberikan perhatian pembangunan dibidang Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Perkebunan Rakyat, untuk peningkatan ekonomi masyarakat dibidang pertanian perlu ditingkatkan teknologi dan sarana pendukung yang memadai seperti saluran irigasi yang permanen, begitu juga untuk bidang perikanan perlu merehabilitasi dan mengaktifkan kembali tambak-tambak masyarakat yang tidak berproduksi selama ini, sehingga diperoleh hasil yang maksimal, selain itu fraksi Tamiang Sekate juga meminta kepada Bupati untuk memberikan sanksi kepada SKPK yang tidak melaksanakan tugas dan program sebagaimana yang telah direncanakan didalam program Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.(ES)